Roma 1
1
1 # 1:1 CATATAN STUDI SURAT ROMA #1:1-7 Paulus menekankan bahwa ia adalah seorang *rasul dari Yesus Sang *Mesias (Isa Almasih) yang dipanggil oleh Allah untuk mewartakan kepada semua bangsa *Kabar Baik yang dijanjikan Allah. #1:1 Paulus – sudah biasa pada waktu itu untuk menyebut nama penulis pada bagian awal surat. Nama Ibrani Paulus ialah Saulus (lih. Kis. 13:9). #1:1 *Kabar Baik – Harfiahnya ”Injil”. Digunakan di sini dalam pengertian kabar tentang Yesus Sang *Mesias: Kehidupan-Nya, pelayanan, pengajaran, mukjizat yang dibuat, kematian dan *kebangkitan-Nya. Saudara-saudara sekalian di Roma yang dikasihi Allah dan yang sudah dipanggil oleh Allah untuk menjadi umat-Nya.
Allah sudah memilih dan mengangkat saya khusus untuk memberitakan Kabar Baik dari Allah. 2#1:2 *Nabi-nabi – orang-orang yang dipilih Allah untuk menyampaikan pesan-Nya. #1:2 *Alkitab – atau *Kitab Suci adalah tulisan *suci orang-orang Yahudi, juga dikenal sebagai Perjanjian Lama yang meliputi *Taurat, Mazmur (Zabur) dan kitab *Nabi-nabi. Kabar Baik itu sudah dijanjikan oleh Allah pada zaman dahulu melalui nabi-nabi-Nya dan sudah tertulis dalam Alkitab. 3#1:3 *Anak Allah – Gelar ini sebagaimana digunakan untuk Yesus berarti bahwa Ia mempunyai hubungan yang unik dengan Allah. Lihat Anak Allah dalam Kamus di belakang buku ini. #1:3 *Tuhan – Salah satu gelar yang digunakan untuk Yesus Sang *Mesias dalam Perjanjian Baru untuk menunjukkan pengakuan akan Yesus sebagai penguasa yang patut dipatuhi dengan setia. #1:3 Keturunan Daud – Menurut kepercayaan orang Yahudi, sang *Mesias berasal dari garis keturunan Raja Daud, raja besar bangsa Israel, yang memerintah dari tahun 1010-970 sM. Kabar Baik itu mengenai Anak Allah, Tuhan kita Yesus Kristus. Secara manusiawi, Ia adalah keturunan Daud, 4#1:4 Secara ilahi – Harfiahnya ”roh kekudusan” menunjuk pada sifat ilahi yang dimiliki Yesus. tetapi secara ilahi Ia ternyata adalah Anak Allah. Itu terbukti dengan kuasa yang luar biasa melalui kebangkitan-Nya dari kematian. 5#1:5 Karunia menjadi *rasul – Di sini ”karunia” berarti suatu ”tugas khusus” atau ”tugas istimewa”. #1:5 *Rasul – Dalam bahasa Yunani apostolos, berarti ”seseorang diutus untuk menyampaikan kabar”. Gelar ini biasanya dihubungkan dengan dua belas *pengikut Yesus yang pertama, dan dalam arti yang lebih luas menunjuk pada setiap orang yang diutus untuk mewartakan *Kabar Baik tentang Yesus Sang *Mesias. #1:5 *Percaya dan taat – Dua sikap yang ditunjukkan manusia sebagai respon terhadap *Kabar Baik” Percaya kepada Yesus Sang *Mesias dan mengikuti semua kehendak-Nya. Melalui Dia juga Allah memberikan kepada saya karunia menjadi rasul, supaya saya — untuk menghormati Kristus — membimbing orang-orang dari segala bangsa supaya percaya dan taat. 6Yang dimaksudkan dengan segala bangsa adalah kalian juga yang berada di Roma; kalian pun sudah dipanggil untuk menjadi umat Yesus Kristus. 7#1:7 *Berkat dan *sejahtera – Dua aspek penting dari salam berkat. Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai ”Berkat” atau ”anugerah” adalah ungkapan salam yang biasanya digunakan oleh penutur bahasa Yunani untuk menggambarkan kemurahan Allah. Sedangkan kata yang diterjemahkan ”sejahtera” adalah ungkapan salam yang digunakan oleh orang-orang Yahudi untuk menunjukkan suatu keadaan sehat dan makmur. Itu sebabnya saya menulis kepadamu.
Semoga Allah Bapa kita dan Tuhan Yesus Kristus memberi berkat dan sejahtera kepadamu.
Doa syukur
8 # 1:8-15 Paulus berharap dapat berkunjung ke Roma untuk memberitakan *Kabar Baik dan bisa bertemu dan membangun tali persahabatan dengan *orang-orang percaya di sana. #1:8 Saya berterima kasih kepada Allah – Seperti kebiasaan menulis surat orang Yunani, Paulus juga mengawali surat-suratnya dengan doa ucapan syukur untuk para penerima suratnya. #1:8 Seluruh *dunia – menunjuk pada banyak orang di tempat yang berbeda-beda, khususnya di tempat *orang-orang percaya berada. #1:8 Kalian *percaya sekali – menggambarkan mutu kepercayaan orang-orang yang percaya kepada Yesus Sang *Mesias. Pertama-tama melalui Yesus Kristus, saya berterima kasih kepada Allah karena Saudara-saudara sekalian; sebab seluruh dunia sudah mendengar bahwa kalian percaya sekali kepada Kristus. 9#1:9 *Kabar Baik tentang *anak-Nya – sama dengan ungkapan ”Kabar Baik dari Allah” dalam 1:1. Saya selalu mengingat kalian kalau saya berdoa. Allah saksinya bahwa apa yang saya katakan itu benar. Dialah Allah yang saya layani sepenuh hati dengan memberitakan Kabar Baik tentang Anak-Nya. 10Saya mohon dengan sangat kepada Allah, semoga Ia mau mengizinkan saya sekarang mengunjungi kalian. 11#1:11 Karunia dari *Roh Allah – Harfiahnya ”karunia rohani” yang sangat mungkin menunjuk pada berkat yang berasal dari *Roh Allah (lih. juga 12:6-8). #1:11 Untuk menguatkan kalian – Bukan kekuatan fisik tetapi kekuatan rohani. Sebab saya ingin sekali bertemu dengan kalian supaya saya dapat membagi denganmu karunia dari Roh Allah untuk menguatkan kalian. 12#1:12 Kita sama-sama ... dapat saling menguatkan – Paulus menghindari memberi kesan bahwa kunjungannya bermanfaat semata-mata untuk para pembaca suratnya saja. Sebaliknya, para pembacanya juga dapat menguatkannya. Maksud saya ialah karena kita sama-sama sudah percaya kepada Yesus Kristus, maka kita dapat saling menguatkan.
13 # 1:13 *Saudara-saudara – Suatu istilah persahabatan yang ditujukan pada sesama *orang percaya. #1:13 Hasilnya – Harfiahnya ”buah”, digunakan sebagai suatu gambaran untuk hasil-hasil rohani. Di sini, kata tersebut secara khusus menunjuk pada usaha membuat orang supaya percaya kepada Yesus Sang *Mesias. #1:13 *Orang-orang yang bukan Yahudi – Harfiahnya, ”orang-orang kafir”. Paulus mengadakan perjalanan ke berbagai daerah di kerajaan Romawi untuk mewartakan *Kabar Baik tentang Yesus Sang *Mesias. Perjalanan ini dicatat dalam buku Kisah Rasul-rasul. Saudara-saudara! Saya ingin supaya kalian tahu bahwa sudah banyak kali saya bermaksud mengunjungimu tetapi selalu ada saja halangannya. Saya ingin supaya di antaramu pun pekerjaan saya ada hasilnya sebagaimana pekerjaan saya sudah berhasil di antara orang-orang yang bukan Yahudi di tempat-tempat yang lain. 14#1:14 Yang sudah beradab dan biadab – Harfiahnya, ”orang Yunani dan orang Barbar”. Budaya kedua suku bangsa ini berbeda. Orang-orang berkebudayaan Yunani, termasuk orang-orang Romawi, menganggap diri mereka sebagai orang-orang beradab, sedangkan orang-orang bukan Yunani/Romawi disebut sebagai ”orang-orang Barbar” atau orang-orang yang belum beradab alias ”biadab”. Sebab saya mempunyai kewajiban terhadap segala bangsa: yang sudah beradab dan yang biadab, yang berpendidikan maupun yang belum berpendidikan. 15Itulah sebabnya saya ingin sekali memberitakan Kabar Baik itu kepada kalian yang tinggal di Roma juga.
Kuasa Kabar Baik itu
16 # 1:16-17 *Kabar Baik ialah bahwa hubungan orang yang *percaya dengan Allah menjadi baik kembali. Inilah inti berita Surat Roma ini. #1:16 Percaya sekali – Harfiahnya, ”tidak malu”. Paulus tidak ragu sedikitpun untuk memberitakan *Kabar Baik karena ia yakin bahwa apa yang diberitakannya itu benar. #1:16 *Menyelamatkan – *Keselamatan kadang bisa berarti bebas dari bahaya yang berhubungan dengan keadaan fisik seseorang, namun artinya di sini terutama menyangkut keadaan rohani seseorang. Manusia diselamatkan dari kuasa *dosa sehingga dapat menaati kehendak Allah. #1:16 Semua orang yang *percaya – *Keselamatan hanya dapat diperoleh dengan percaya kepada Yesus Sang *Mesias. #1:16 Pertama-tama orang Yahudi – Sesuai sejarah, kabar *keselamatan pertama-tama disampaikan kepada orang Yahudi. Saya percaya sekali akan Kabar Baik itu, karena kabar itu adalah kekuatan Allah untuk menyelamatkan semua orang yang percaya; pertama-tama orang Yahudi, dan bangsa lain juga. 17#1:17 Bagaimana caranya hubungan manusia dengan Allah menjadi *baik kembali – Harfiahnya, *”kebenaran Allah”. Artinya, cara Allah bertindak memulihkan kembali hubungan antara manusia dengan diri-Nya. #1:17 Dengan *percaya kepada Allah, dari mula sampai akhir – Harfiahnya, ”dari *iman kepada iman”. Hubungan manusia dengan Allah menjadi pulih kembali hanya karena mereka percaya kepada Yesus Sang *Mesias. #1:17 *Alkitab – Menunjuk pada bagian-bagian tertentu dari Perjanjian Lama (PL). Lihat PL, Habakuk 2:4. #1:17 Akan *hidup – tidak berarti hanya hidup terus secara fisik, tetapi akan hidup sesuai kehendak Allah. Sebab dengan Kabar Baik itu Allah menunjukkan bagaimana caranya hubungan manusia dengan Allah menjadi baik kembali; caranya ialah dengan percaya kepada Allah, dari mula sampai akhir. Itu sama seperti yang tertulis dalam Alkitab, “Orang yang percaya kepada Allah sehingga hubungannya dengan Allah menjadi baik kembali, orang itu akan hidup!”
Kesalahan manusia
18 # 1:18-32 Manusia tahu bahwa Allah menciptakan mereka tetapi mereka menolak-Nya, bahkan menyembah apa yang Allah ciptakan. Akibatnya, hidup manusia penuh dengan kejahatan. #1:18 Surga – Tempat kediaman Allah. #1:18 *Murka-Nya – Mencakup perasaan amarah maupun tindakan Allah dalam menilai dan menghukum manusia karena *dosa-dosa mereka. #1:18 *Ajaran benar tentang Allah – Harfiahnya, ”Kebenaran Allah”, *Kebenaran tentang Allah” sesuai dengan sifat-Nya. Dari surga Allah menunjukkan murka-Nya terhadap semua dosa dan kejahatan manusia, sebab kejahatan menghalangi manusia untuk mengenal ajaran benar tentang Allah. 19Apa yang dapat diketahui manusia tentang Allah sudah jelas di dalam hati nurani manusia, sebab Allah sendiri sudah menyatakan itu kepada manusia. 20#1:20 Sifat-sifat Allah – Sifat Allah sebagai *TUHAN, meliputi semua sifat-sifat khusus Allah, seperti mulia, agung, besar dan kudus. #1:20 Kuasa-Nya yang abadi – Tidak sama dengan kuasa manusia yang bersifat sementara. #1:20 Semua yang telah diciptakan – Penciptaan secara menyeluruh, khususnya alam semesta. Semenjak Allah menciptakan dunia, sifat-sifat Allah yang tidak kelihatan, yaitu keadaan-Nya sebagai Allah dan kuasa-Nya yang abadi, sudah dapat difahami oleh manusia melalui semua yang telah diciptakan. Jadi manusia sama sekali tidak punya alasan untuk membenarkan diri. 21#1:21 Mengenal Allah – Mengenal secara rohani termasuk mengetahui kehendak-Nya dan bukan mengenal karena pernah bertemu. #1:21 Menghormati Dia sebagai Allah – Yakni menghormati Allah sebagai satu-satunya Allah yang benar. #1:21 Memikirkan yang bukan-bukan – Berpikir tanpa memahami #1:21 Hati … menjadi gelap – Ketidakmampuan untuk berpikir dengan benar tentang persoalan moral dan rohani karena terpisah dari sumber pemahaman, yaitu Allah sendiri. Manusia mengenal Allah, tetapi manusia tidak menghormati Dia sebagai Allah dan tidak juga berterima kasih kepada-Nya. Sebaliknya manusia memikirkan yang bukan-bukan; hati mereka sudah menjadi gelap. 22Mereka merasa diri bijaksana, padahal mereka bodoh. 23#1:23 Makhluk yang bisa mati – Termasuk semua ciptaan. Bukannya Allah yang abadi yang mereka sembah, melainkan patung-patung yang menyerupai makhluk yang bisa mati; yaitu manusia, burung, binatang yang berkaki empat, dan binatang yang melata.
24 # 1:24 Allah membiarkan mereka dikuasai – Allah membiarkan mereka berbuat yang bejat. #1:24 Mereka melakukan hal-hal yang kotor terhadap sesama sendiri – Lih. 1:26-27. Oleh sebab itu Allah membiarkan mereka dikuasai oleh keinginan hati mereka untuk berbuat yang bejat, sehingga mereka melakukan hal-hal yang kotor terhadap sama sendiri. 25#1:25 Yang diciptakan – Lih. 1:23. Allah yang benar, mereka ganti dengan sesuatu yang palsu. Bukan Pencipta melainkan yang diciptakan itulah justru yang disembah dan dilayani oleh mereka. Padahal yang menciptakan itulah yang seharusnya dipuji selama-lamanya! Amin.
26Karena manusia berbuat yang demikian, maka Allah membiarkan mereka menuruti nafsu mereka yang hina. Wanita-wanita mereka tidak lagi tertarik kepada laki-laki seperti yang lazimnya pada manusia, melainkan tertarik kepada sesama wanita. 27#1:27 Pembalasan – Dilakukan oleh Allah. Lelaki pun begitu juga; mereka tidak lagi secara wajar mengadakan hubungan dengan wanita, melainkan berahi terhadap sesama lelaki. Laki-laki melakukan perbuatan yang memalukan terhadap sesama laki-laki, sehingga mereka menerima pembalasan yang setimpal dengan perbuatan mereka yang jahat itu.
28 # 1:28 Pikiran … rusak – Pikiran yang tidak dapat melakukan keputusan moral dan spiritual yang benar. Oleh sebab manusia tidak merasa perlu mengenal Allah, maka Allah membiarkan pikiran mereka menjadi rusak, sehingga mereka melakukan hal-hal yang mereka tidak boleh lakukan. 29#1:29 Berkelahi – perpecahan dalam kelompok sebagai akibat dari pembicaraan yang memanas dan perdebatan. Hati mereka penuh dengan semua yang jahat, yang tidak benar; penuh dengan keserakahan, kebusukan dan perasaan dengki; penuh dengan keinginan untuk membunuh, berkelahi, menipu dan mendendam. Mereka suka membicarakan orang lain, 30suka memburuk-burukkan nama orang lain; mereka sombong dan kurang ajar, yang benci kepada Allah dan suka membual. Mereka pandai mencari cara-cara baru untuk melakukan kejahatan. Mereka melawan orang tua; 31mereka tidak mau mengerti orang lain; mereka tidak setia dan tidak berperikemanusiaan. 32#1:32 *Hukum Allah – Harfiahnya, “penghukuman Allah”. Bukan menunjuk pada salah satu bagian dari hukum *Taurat, melainkan pada kehendak Allah. Mereka tahu, bahwa menurut hukum Allah, orang yang melakukan semuanya itu patut dihukum mati. Walaupun begitu mereka melakukan juga hal-hal itu; dan malah menyetujui pula orang lain melakukannya.
Valgt i Øjeblikket:
Roma 1: inotazi
Markering
Del
Sammenlign
Kopiér
Vil du have dine markeringer gemt på tværs af alle dine enheder? Tilmeld dig eller log ind
KITAB SUCI INJIL DENGAN CATATAN STUDI © LAI 2004