Logo Aplikasi Alkitab
Ikon Pencarian

Roma 9:5-24

Roma 9:5-24 AMD

Mereka adalah keturunan leluhur besar kita, dan mereka adalah keluarga Kristus di dunia, yang adalah Allah atas segala sesuatu. Pujilah Dia selama-lamanya! Amin. Ini bukan berarti bahwa Allah telah gagal memenuhi janji-Nya bagi bangsa Israel. Namun, tidak semua orang Israel adalah orang Israel sejati. Dan bukan semua anak-anak Abraham adalah keturunan sejati. Tetapi Allah berkata, “Hanya keturunan Ishaklah yang akan disebut sebagai keturunan-keturunanmu.” Ini berarti, bukan dari keturunan darah daging Abraham yang disebut anak-anak Allah sejati. Keturunan Abraham sejati adalah mereka yang menjadi anak-anak Allah sebab janji Allah yang dibuat dengan Abraham. Inilah yang Allah katakan dalam janji-Nya, “Sekitar satu tahun dari sekarang, Aku akan datang lagi, dan pada waktu itu Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki.” Dan bukan hanya itu, Ribka juga mempunyai anak kembar laki-laki dari Ishak, leluhur kita. Jadi, sebelum kedua anak itu dilahirkan, Allah memberitahukan kepada Ribka, “Anak yang lebih tua akan melayani adiknya.” Ini sebelum keduanya berbuat baik atau jahat. Allah mengatakan ini sebelum mereka dilahirkan supaya anak yang Ia kehendaki akan terpilih sesuai dengan rencana-Nya. Anak itu dipilih sebab ialah yang Allah panggil, bukan karena sesuatu yang diperbuatnya. Seperti Kitab Suci katakan, “Aku memilih Yakub, tetapi Aku menolak Esau.” Jadi, apakah ini berarti Allah tidak adil? Sama sekali tidak! Sebab Allah berkata kepada Musa, “Aku akan menunjukkan rahmat kepada orang yang ingin Kuberi rahmat. Aku akan menunjukkan belas kasihan kepada orang yang Aku pilih.” Jadi, Allah memutuskan kepada siapa Ia menunjukkan rahmat-Nya. Dan pilihan-Nya tidak bergantung pada kemauan orang itu atau berapa besar usahanya. Dalam Kitab Suci, Allah berkata kepada Firaun, “Aku membuatmu sebagai raja untuk tujuan ini: untuk menunjukkan kuasa-Ku melalui kamu. Aku ingin agar nama-Ku diberitakan di seluruh dunia.” Jadi, Allah menunjukkan rahmat kepada orang yang Ia ingin menunjukkan rahmat dan mengeraskan hati kepada orang yang Ia ingin mengeraskan hatinya. Kamu akan bertanya kepadaku, “Kalau apa yang kamu katakan ini benar, lalu mengapa Allah menyalahkan orang yang berbuat salah? Bukankah tidak ada orang yang dapat menentang apa yang Allah inginkan?” Temanku, pikirkan apa yang kamu katakan? Bolehkah kamu mempertanyakan Allah? Sebuah bejana tanah liat tidak dapat mempertanyakan kepada pembuatnya. Bejana itu tidak bisa bilang, “Mengapa engkau membentuk aku seperti ini?” Pembuat bejana berhak membuat bentuk apa saja yang ia inginkan. Ia menggunakan tanah liat yang sama untuk membuat benda-benda lainnya untuk tujuan khusus, atau bejana lainnya untuk keperluan sehari-hari. Demikian juga dengan apa yang Allah perbuat. Ia ingin menunjukkan kemarahan-Nya dan membiarkan orang melihat kuasa-Nya. Tetapi Ia menahan diri-Nya dengan penuh kesabaran terhadap mereka yang dimarahani-Nya, yaitu mereka yang siap untuk dibinasakan? Ia menunggu dengan sabar supaya Ia bisa menunjukkan kemuliaan-Nya yang besar kepada mereka yang terpilih untuk menerima rahmat-Nya. Allah menyiapkan mereka untuk mengambil bagian dalam kemuliaan-Nya? Kita adalah orang-orang itu, yang telah dipilih Allah bukan hanya dari orang Yahudi tetapi juga dari yang bukan Yahudi.