Roma 14:6-17
Roma 14:6-17 FAYH
Jikalau Saudara memilih hari-hari khusus untuk berbakti kepada Tuhan, Saudara melakukan sesuatu yang baik. Demikian jugalah halnya dengan orang yang makan segalanya. Ia merasa bersyukur kepada Tuhan atas makanan itu. Orang yang tidak mau menyentuh makanan tertentu, ia pun ingin menyenangkan Tuhan, dan ia juga bersyukur. Kita sama sekali tidak berkuasa untuk hidup atau mati menurut kehendak sendiri. Hidup atau mati, kita mengikut Tuhan. Hidup atau mati, kita adalah milik-Nya. Untuk tujuan inilah Kristus mati dan bangkit lagi, supaya Ia dapat menjadi Tuhan kita, baik pada waktu kita hidup maupun pada waktu kita mati. Saudara tidak berhak mencela orang lain atau menghinanya. Ingatlah, kita masing-masing harus menghadap Takhta Pengadilan Allah. Sebab ada tertulis: “Karena Aku Tuhan yang hidup,” begitulah firman Tuhan, “setiap lutut akan bertelut di hadapan-Ku dan setiap lidah akan memuji dan memuliakan Allah.” Ya, kita semua harus mempertanggungjawabkan diri kita masing-masing kepada Allah. Jadi, mulai sekarang janganlah saling mencela. Sebaliknya, hiduplah demikian rupa, sehingga Saudara tidak menyebabkan orang lain tersandung dengan membiarkan dia melihat Saudara melakukan sesuatu yang dianggapnya salah. Berdasarkan ajaran Tuhan Yesus, saya yakin bahwa tidak ada yang najis dengan sendirinya. Tetapi, kalau seseorang menganggap sesuatu najis, janganlah ia makannya, karena bagi dia hal itu najis. Jika seorang saudara seiman terganggu perasaannya oleh sesuatu yang Saudara makan, tetapi Saudara terus saja memakannya, maka perbuatan Saudara itu tidak menyatakan kasih. Janganlah apa yang Saudara makan itu merusak perasaan orang lain, karena Kristus telah mati untuk dia. Janganlah melakukan sesuatu yang akan mendatangkan celaan bagi diri Saudara sendiri, meskipun Saudara tahu, bahwa apa yang Saudara lakukan itu benar. Sebab bagaimanapun juga, yang penting bagi kita orang Kristen bukanlah soal makanan atau minuman, melainkan soal membangkitkan kebaikan, perdamaian, dan sukacita yang datangnya dari Roh Kudus.

