Roma 3:5-23
Roma 3:5-23 FAYH
“Tetapi ketidaksetiaan kita terhadap Allah itu baik, dosa kita mempunyai tujuan yang baik, sebab bila orang melihat betapa jahatnya kita, mereka akan menyadari betapa baiknya Allah. Jadi, adilkah Dia jika Ia menghukum kita, padahal dosa kita itu berguna bagi-Nya?” Begitulah kata beberapa orang. Sekali-kali bukanlah demikian halnya! Sebab, jika Allah mengabaikan dosa, bagaimana mungkin Ia dapat menghukum orang? “Bagaimana mungkin Allah mengadili dan menghukum saya sebagai orang berdosa, bila ketidakjujuran saya membawa kemuliaan bagi-Nya dengan menunjukkan perbedaan antara kejujuran-Nya dan kepalsuan saya?” Jika pendapat ini terus diikuti, Saudara akan sampai pada kesimpulan: semakin jahat kita, semakin Allah menyukainya! Orang yang berkata demikian patut dihukum. Namun begitu, beberapa orang mengatakan, bahwa itulah yang saya khotbahkan! Jadi, apakah kita orang Yahudi lebih baik daripada orang lain? Sama sekali tidak, sebab telah kita tunjukkan bahwa semua orang berdosa, baik orang Yahudi maupun bukan. Seperti dikatakan dalam Kitab Suci, “Tidak ada seorang pun yang benar di hadapan Allah— seorang pun tidak! Tidak seorang pun yang mengerti dan berbuat kehendak Allah. Semua orang sudah murtad dan sesat. Di mana pun tidak ada orang yang selalu melakukan hal-hal yang benar; seorang pun tidak.” “Kata-kata mereka buruk dan kotor seperti bau busuk dari kubur yang terbuka. Lidah mereka penuh dengan dusta. Segala yang mereka katakan mematikan seperti bisa ular.” “Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah dan kebencian.” “Mereka main bunuh dan membenci siapa saja yang tidak sependapat dengan mereka. Ke mana pun mereka pergi, mereka menimbulkan kesedihan dan kekacauan, dan mereka tidak tahu jalan menuju perdamaian.” “Mereka tidak menghormati Allah.” Maka hukuman Allah dijatuhkan dengan sangat beratnya kepada orang Yahudi, sebab mereka bertanggung jawab menaati hukum-hukum Allah, bukannya melakukan segala kejahatan itu. Tidak seorang pun di antara mereka dapat berdalih. Sesungguhnya, segenap isi dunia bersalah dan bungkam di hadapan Allah Yang Mahakuasa. Jadi, Saudara mengerti, bahwa tidak seorang pun dapat dibenarkan di hadapan Allah hanya dengan memenuhi tuntutan hukum-hukum-Nya, sebab makin banyak pengetahuan kita tentang hukum-hukum itu, makin jelas kelihatan bahwa kita tidak mematuhinya. Hukum-hukum Allah hanyalah untuk menyadarkan kita akan dosa kita. Tetapi sekarang Allah menunjukkan kepada kita suatu jalan lain ke surga—bukan dengan “menjadi cukup baik” dan dengan berusaha menaati hukum-hukum-Nya, melainkan dengan suatu jalan yang baru (sebenarnya tidak baru, sebab sejak dahulu sudah dikatakan dalam Kitab Suci). Sekarang Allah mengatakan bahwa Ia akan menerima kita dan membebaskan kita, menyatakan kita “tidak bersalah” bila kita percaya bahwa Yesus Kristus menghapuskan dosa kita. Dan kita semua dapat diselamatkan dengan jalan yang sama, yaitu dengan datang kepada Kristus, tidak menjadi soal siapa kita sekarang dan siapa kita dahulu. Ya, semua orang telah berdosa; semuanya tidak memenuhi harapan Allah yang mulia.

