Ibrani 2:11-15 - Bandingkan Semua Versi
Ibrani 2:11-15 TB (Alkitab Terjemahan Baru)
Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara, kata-Nya: ”Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat,” dan lagi: ”Aku akan menaruh kepercayaan kepada-Nya,” dan lagi: ”Sesungguhnya, inilah Aku dan anak-anak yang telah diberikan Allah kepada-Ku.” Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
Ibrani 2:11-15 BIMK (Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini)
Yesus membersihkan manusia dari dosa-dosa mereka; dan Dia yang membersihkan, serta mereka yang dibersihkan itu, sama-sama mempunyai satu Bapa. Itulah sebabnya Yesus tidak malu mengaku mereka itu sebagai saudara-saudara-Nya. Yesus berkata kepada Allah, “Aku akan memberitakan kepada saudara-saudara-Ku tentang Engkau. Aku akan memuji Engkau di dalam pertemuan mereka.” Yesus berkata juga, “Aku akan menaruh harapan-Ku kepada Allah.” Dan Ia berkata juga, “Inilah Aku, bersama anak-anak yang sudah diberikan Allah kepada-Ku.” Oleh sebab orang-orang yang Ia sebut anak itu, adalah makhluk manusia yang dapat mati, maka Yesus sendiri menjadi sama dengan mereka dan hidup dalam keadaan manusia. Ia berbuat begitu, supaya dengan kematian-Nya Ia dapat menghancurkan Iblis yang menguasai kematian. Dengan cara itu Ia membebaskan orang-orang yang seumur hidup diperbudak karena takut kepada kematian.
Ibrani 2:11-15 AMD (Perjanjian Baru: Alkitab Mudah Dibaca)
Yesus, yang membuat orang-orang kudus, dan mereka yang dibuat kudus berasal dari satu keluarga. Itulah sebabnya, Yesus tidak malu menyebut mereka sebagai saudara-saudari-Nya. Yesus berkata: “Ya Allah, Aku akan memberitakan kepada saudara-saudari-Ku tentang Engkau. Di depan seluruh umat-Mu, Aku akan menyanyikan pujian bagi-Mu.” Ia juga berkata: “Aku akan percaya kepada Allah.” Dan Ia berkata, “Aku ada di sini, bersama anak-anak yang Allah berikan kepada-Ku.” Anak-anak ini adalah manusia dengan tubuh jasmani. Yesus sendiri menjadi seperti mereka dan mengalami pengalaman yang sama seperti mereka. Yesus melakukan hal ini supaya melalui kematian-Nya, Ia dapat membinasakan Iblis yang berkuasa atas kematian. Yesus menjadi seperti orang-orang ini dan mati supaya Ia dapat membebaskan mereka. Mereka adalah seperti hamba-hamba sepanjang hidupnya karena ketakutan mereka atas kematian.
Ibrani 2:11-15 TSI (Terjemahan Sederhana Indonesia)
Sesuai rencana Allah Bapa, kita yang diselamatkan sudah termasuk anggota keluarga-Nya, karena kita disucikan oleh Sang Anak. Itulah sebabnya, Yesus tidak malu mengakui kita sebagai saudara-saudari-Nya ketika Dia berkata kepada Allah, “Ya Allah, Aku akan memperkenalkan Engkau kepada saudara-saudari-Ku. Di antara kumpulan seluruh umat-Mu, Aku akan menyanyikan pujian bagi-Mu.” Dia juga berkata, “Aku akan tetap berharap pada pertolongan Allah.” Dan lagi, “Ketahuilah, Aku dan anak-anak yang TUHAN sudah berikan kepada-Ku.” Perhatikanlah bahwa kita yang disebut Yesus sebagai anak-anak-Nya adalah manusia biasa yang terdiri dari daging dan darah. Oleh karena itu, tepatlah bila Yesus sendiri menjadi manusia dengan tubuh yang sama seperti kita, agar melalui kematian-Nya, Dia bisa menghancurkan kuasa iblis atas kematian. Dengan cara itulah Yesus sudah membebaskan kita yang sebelumnya dikuasai oleh rasa takut akan maut sepanjang hidup kita.
Ibrani 2:11-15 FAYH (Firman Allah Yang Hidup)
Kita yang sudah dikuduskan oleh Yesus, sekarang menjadi sebapa dengan Dia. Karena itu, Yesus tidak malu menyebut kita saudara-Nya. Sebenarnya Ia berkata, “Aku menceritakan nama-Mu kepada saudara-saudaraku; di tengah pertemuan jemaat, aku memuji-muji Engkau.” Pada kesempatan lain Ia berkata, “Aku akan menaruh kepercayaan kepada Allah.” Dan, “Lihat, inilah Aku beserta dengan anak-anak yang telah diberikan Allah kepada-Ku.” Sebab kita, anak-anak Allah, adalah manusia yang terdiri dari darah dan daging, maka Ia juga telah menjadi darah dan daging dengan jalan dilahirkan sebagai manusia; sebab hanya sebagai manusialah Ia dapat mati, dan dengan kematian-Nya Ia mematahkan kuasa Iblis yang berkuasa atas maut. Hanya dengan jalan demikian Ia dapat membebaskan orang yang karena takut mati, terus-menerus hidup dalam ketakutan.