Ibrani 8:3-6 - Bandingkan Semua Versi
Ibrani 8:3-6 TB (Alkitab Terjemahan Baru)
Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan. Sekiranya Ia di bumi ini, Ia sama sekali tidak akan menjadi imam, karena di sini telah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Taurat. Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: ”Ingatlah,” demikian firman-Nya, ”bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.” Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.
Ibrani 8:3-6 BIMK (Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini)
Setiap imam agung diangkat untuk mempersembahkan kurban atau persembahan kepada Allah. Begitu jugalah Imam Agung kita; Ia harus mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan. Andaikata Ia berada di dunia ini, Ia tidak akan menjadi imam, sebab sudah ada imam yang mempersembahkan kurban yang dituntut dalam hukum agama Yahudi. Pekerjaan yang mereka lakukan sebagai imam itu sebenarnya hanya suatu gambaran dan bayangan dari apa yang ada di surga. Itu sudah diberitahukan oleh Allah kepada Musa dahulu, ketika Musa mau mendirikan Kemah Tuhan. Allah berkata begini kepada Musa, “Ingat! Semuanya itu haruslah kaubuat menurut pola yang ditunjukkan kepadamu di atas gunung.” Tetapi sekarang Yesus mendapat tugas imam yang jauh lebih mulia daripada yang dikerjakan oleh imam-imam itu. Sebab perjanjian yang diadakan-Nya antara Allah dan manusia, adalah perjanjian yang lebih baik karena berdasarkan janji untuk hal-hal yang lebih baik.
Ibrani 8:3-6 AMD (Perjanjian Baru: Alkitab Mudah Dibaca)
Setiap Imam Besar bertugas mempersembahkan pemberian dan korban kepada Allah. Demikian juga dengan Imam Besar kita. Jika Imam Besar kita hidup di bumi, Ia tidak akan menjadi imam karena sudah ada imam-imam di sini yang mengikuti peraturan hukum Taurat dengan mempersembahkan pemberian kepada Allah. Tempat di mana para imam bertugas sebenarnya hanya tiruan dan bayangan dari apa yang ada di surgawi. Itulah sebabnya, Musa diperingatkan Allah ketika ia akan membangun Kemah Suci, “Perhatikanlah supaya segala sesuatu sama seperti rancangan yang telah Aku tunjukkan kepadamu di atas gunung.” Tetapi tugas yang diberikan kepada Yesus adalah jauh lebih besar daripada tugas yang diberikan kepada para imam. Begitu juga, perjanjian baru yang dibawa oleh Yesus dari Allah untuk umat-Nya jauh lebih besar daripada perjanjian yang lama. Dan perjanjian baru itu didasarkan pada janji-janji yang lebih baik.
Ibrani 8:3-6 TSI (Terjemahan Sederhana Indonesia)
Sebagaimana setiap imam besar bertugas untuk mempersembahkan bermacam-macam pemberian dan kurban kepada Allah, demikian jugalah Imam Agung kita: Dia harus mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan. Seandainya Yesus masih hidup di dunia ini, Dia tidak mungkin diangkat menjadi imam karena sudah ada imam-imam yang melayani semua persembahan sesuai hukum Taurat. Sesungguhnya, rumah Allah di dunia tempat para imam melayani hanyalah gambaran atau bayangan dari kemah TUHAN yang sebenarnya di surga. Perhatikanlah bahwa sebelum Musa membangun kemah TUHAN yang pertama, Allah memperingatkan dia, “Kamu harus membuat semuanya persis sama seperti contoh yang sudah Aku tunjukkan kepadamu di atas gunung ini.” Namun, sekarang Yesus sudah menerima tugas pelayanan yang jauh lebih mulia daripada para imam duniawi, yakni sebagai Perantara dalam perjanjian yang baru antara Allah dengan manusia. Perjanjian baru itu jauh lebih mulia daripada yang lama, karena Allah menjanjikan hal-hal yang lebih baik, seperti yang akan saya jelaskan selanjutnya.
Ibrani 8:3-6 FAYH (Firman Allah Yang Hidup)
Dan karena setiap imam besar diangkat untuk mempersembahkan pemberian dan kurban, demikian jugalah Kristus. Kurban yang dipersembahkan-Nya jauh lebih baik daripada yang dipersembahkan oleh imam-imam dunia. Namun seandainya Ia ada di dunia ini, Ia tidak akan dibolehkan menjadi imam, karena di sini para imam masih mempersembahkan kurban menurut peraturan Yahudi. Pekerjaan mereka berkenaan dengan kemah di dunia, yaitu tiruan kemah yang asli di surga; karena ketika Musa sedang bersiap-siap akan mendirikan kemah itu, Allah memperingatkan dia agar dengan cermat mengikuti pola kemah di surga yang diperlihatkan kepadanya di atas Gunung Sinai. Tetapi Kristus, yang melayani di surga, mendapat pekerjaan yang jauh lebih penting daripada pekerjaan orang yang melayani menurut hukum-hukum lama; sebab perjanjian baru dari Allah, yang disampaikan-Nya kepada kita, berisi janji-janji yang jauh lebih indah.